Sabtu, 16 Februari 2019

Paman Gembul Malu



Pada hari itu, Emak mengajak anak – anak menonton sirkus. Di depan tenda tampak gambar seorang badut. “Tahukah kamu berapa buah bola yang dilemparkan sekaligus?” tanya Bobo. “Ia melemparkan semua bola itu ke atas,” sahut Coreng.

Sewaktu Emak membeli karcis, Bobo melihat Paman Gembul. “Halo, Paman!” sapa Bobo. “Emak sedang membeli karcis untuk nonton sirkus!” Mata Paman Gembul membelalak. “Oh, ya?” katanya. “Mmm, mmm, kebetulan kalau begitu.”

Mengapa Paman Gembul mengatakan kebetulan? “Hmm, kalau mereka nonton sirkus, aku dapat mencuri buah apel mereka!” kata Paman Gembul dalam hati.

Paman Gembul cepat-cepat pergi ke rumah Bobo. “Sedaaap, mantaap!” seru Paman Gembul saat melihat buah apel bergelantungan.

Paman Gembul duduk di atas dahan. Satu persatu buah apel itu dimakannya, Tetapi ketika ia melihat ke bawah, tampak... Bobo, Coreng, Upik, dan juga Emak. “AAPAA, mengapa mereka sudah kembali? Bukankah tadi mereka nonton sirkus?”

“Aku tidak boleh bergerak, kalau tidak mereka akan tahu aku berada di atas pohon.” Pikir Paman Gembul. Tetapi celakanya, Bobo, Coreng, dan Upik berhenti di bawah pohon apel. “Banyak buah apel berserakan!” seru Bobo. Lalu dipungutnya buah apel itu.

“Perhatikan, aku juga dapat berlagak seperti badut itu tadi!” kata Bobo. Apa yang dilakukannya? Ia melemparkan beberapa buah apel ke udara, seperti badut dalam sirkus. Tetapi buah apel yang dilemparkannya tepat mengenai hidung Paman Gembul!”

“Auuu.....Tolooong!” teriak Paman Gembul yang jatuh dari atas pohon. “Paman Gembul?” seru Bobo, Coreng, dan Upik serentak. “Paman dari mana?” tanya Bobo keheranan. “Mmm, mmm.” Paman Gembul ketakutan. “Paman membuat kami terkejut!” seru Coreng.

“Ya, aku juga terkejut.” keluh Paman Gembul. “Kau keliru,” kata Emak. “Aku membeli karcis bukan untuk hari ini, tetapi untuk besok.” Kata Emak. “Paman juga boleh ikut nonton!” kata Bobo sambil tertawa. Aduh, betapa malunya Paman Gembul.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ 

Kunjungi juga akun youtube penulis.
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa...
Karena itu semua gratis...

Bobo Si Jagoan Basket





Pada suatu hari, sepulang sekolah, Bobo dan teman-temannya main basket di lapangan sekolah. Sebentar lagi ada pertandingan di lapangan sekolah. Lihat, gaya Bobo sih keren, dengan baju basketnya yang baru.


Tetapi, waktu Bobo melemparkan Bola ke ring, dug.... nggak masuk Pak Eko! Teman-temannya tertawa. Ugh, Bobo kesal, berkali-kali memasukkan bola selalu gagal!


Bobo ingin berlatih sendiri di rumah. “Rasanya, aku dulu pernah punya bola basket,” pikir Bobo. Benar saja, Bobo menemukan bola basketnya di gudang. Sayang, bola itu sudah kempes.


Aha, Paman Gembul punya pompa! “Wah, aku sih punyanya pompa balon, Bo!” Kata paman Gembul. Ah, tapi, Paman Gembul yang cerdik berhasil mengotak-atik pompa balonnya menjadi pompa bola.


“Terima kasih, Paman!” Seru Bobo. Bobo pun asyik memainkan bola basketnya bersama Coreng dan Upik. Tapi, bola harus dimasukkan kemana ya? Bobo tidak punya ring basket.


“Bo, itu ada ember, siapa tahu bisa jadi ring basket!” Seru Coreng. “Wah, ide bagus!” Bobo dan kedua adiknya melubangi ember menjadi ring basket. “Simsalabim, Abrakadabra, dari Jawa Aan Ajin-ajin, Awak-awak, Awak-awak, Ee, Oo, Aa, ahaaaaa, sudah jadi!” seru Bobo.


“Cihuy, kita punya ring basket baru!” Seru Upik. Mereka memasangnya di pohon rambutan. Tiba-tiba, Coreng melihat Emak kebingungan. “Cari apa, Mak!” Emak memandang anak-anak. “Ember yang tadi Emak pakai untuk menyiram bunga ke mana, ya?” Ups, ternyata embernya masih dipakai Emak. Upik cekikikan sambil menunjuk ring basket baru di atas pohon. Ah, Emak Cuma bisa geleng-geleng kepala.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Kunjungi juga akun youtube penulis.
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa....
Karena itu semua gratis...

Terima Kasih....

Selasa, 12 Februari 2019

Pohon Rambutan



Pada suatu hari yang amat panas, Bapak mengamati pohon rambutan yang ada di depan rumah. “Sebentar lagi panen, nih!” Ya, rambutan di pohon sudah banyak yang memerah. “Wadaw, bagian atas pohon terkena kabel listrik, ini harus segera dipotong!”


Sementara itu, kelinci tukang sayur duduk sambil kipas-kipas di bawah pohon rambutan di depan rumah Bobo. “Ugh, hari ini panas sekali! Istirahat dulu, ah!”


Bapak muncul sambil membawa gergaji. “Pohon ini harus dipangkas!” Kata Bapak. Tukang sayur terkejut. “Oh, jangan! Nanti aku tidak bisa berteduh lagi!” Kata tukang sayur. “Tidak apa-apa, cuma dahan yang menganggu kabel listrik yang akan dipotong.” Sahut Bapak. “Wah, jangan dong!”


Bapak terpaksa tidak jadi memangkas dahan pohon. “Pak Tukang Sayur protes, Bo!” Cerita Bapak. “Tapi, kalau tidak dipangkas, kabel listrik bisa terganggu, Pak!” Kata Bobo.


“Tetap kita pangkas saja, lalu.......pssssst.....” Kata Bobo. “Ide bagus!” Seru Bapak. Bapak pun mulai memanjat dan memangkas dahan pohon rambutan dibantu Bobo.


Pohon rambutan sudah rapi. Tapi, Bapak dan Bobo masih punya rencana besar! Mereka membangun sebuah rumah-rumahan. “Wow, tempat berteduh baru!” Sorak tukang sayur. “Ayo pesta rambutan!” Sambung Bobo.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Kunjungi juga akun youtube penulis
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa...
Karena itu semua gratis.....


Terima kasih....

Kertas Gambar




Pada suatu hari, Bobo, Coreng, dan Upik, diajak Emak ke kebun binatang. Bobo dan Upik bermain di dekat kolam. Sedangkan Coreng menemani Emak sambil menggambar. "Aih, bagus sekali gambarmu!" Puji Emak. "Ya, gambar ini untuk Bapak. Tentu Bapak senang ya Mak?" Sahut Coreng.

"Mak, aku ingin memperlihatkan gambar ini kepada Bobo ya?" "Baiklah," jawab Emak. "Dan ini, bawa buah apel ini untuk Bobo. Dia kan senang makan apel." Dengan riang Coreng berjalan menuju kolam. Ia menyelipkan gambarnya di dalam saku bajunya.

"Yuhuu, Coreng!" Terdengar suara Bobo memanggil Coreng. "Hei, Bo!" ujar Coreng. "Kau tidak main - main di dekat kolam?" "Ah, tidak. Di sana panas sekali," jawab Bobo. Lebih enak di sini, sejuk." Sambil berbaring di bawah pohon. "Ini apel untukkmu," kata Coreng.

"Mmm, terima kasih ya, Reng," ujar Bobo. Tapi tiba - tiba Coreng berseru, "Oh, gambarku hilang! Padahal gambarku itu untuk Bapak!" Maka sibuklah Coreng mencari gambarnya. "Hei, mungkin Bapak itu melihat gambarmu!" Kata Bobo sambil menunjuk seorang pemungut kertas.

"Maaf, Pak. Apakah Bapak melihat gambar adik saya yang jatuh?" Tanya Bobo. "Oh ya? Tapi Bapak tidak melihat. Coba kalian cari sendiri di dalam tong ini," sahut bapak itu dengan ramah. "Oh terima kasih, Pak!" Sorak Coreng.

Bapak itu merendahkan tempat kertasnya. "Kurasa kertas gambarku ada di dalam tong ini, Bo," kata Coreng dengan cemas. "Tenanglah, cari dulu," hibur Bobo. "Ya, ya, ya," jawab Coreng sambil terus mencari kertas gambarnya.

"Alhamdulillah, ini dia, Bo!" Teriak Coreng sambil meloncat kegirangan. Dengan gembira ia mengangkat kertas gambarnya tinggi - tinggi. "Syukurlah," ujar Bapak pemungut kertas.

"Oh, tapi..... kertas gambarnya berlubang." Keluh Coreng. "Mungkin karena tadi dipungut dengan alat penusuk itu," sahut Bobo menenangkan.

"Ya, tidak apa - apa. Kan malah lebih mudah untuk digantung," hibur Bobo. "Hmm, kalau begitu aku berhasil membuat gambar yang sudah siap dipajang ya, Bo?"

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Kunjungi juga akun youtube penulis
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa...
Karena itu semua gratis

Terima kasih.....

Hamster Hilang

Hamster Hilang Upik sedang bermain-main dengan hamsternya. Dia mengeluarkan hamster itu dari kandangnya. "Upiiik!" tiba-tiba Emak ...