Pada suatu hari, sepulang sekolah, Bobo dan teman-temannya main basket di lapangan sekolah. Sebentar lagi ada pertandingan di lapangan sekolah. Lihat, gaya Bobo sih keren, dengan baju basketnya yang baru.
Tetapi, waktu Bobo melemparkan Bola ke ring, dug.... nggak masuk Pak Eko! Teman-temannya tertawa. Ugh, Bobo kesal, berkali-kali memasukkan bola selalu gagal!
Bobo ingin berlatih sendiri di rumah. “Rasanya, aku dulu pernah punya bola basket,” pikir Bobo. Benar saja, Bobo menemukan bola basketnya di gudang. Sayang, bola itu sudah kempes.
Aha, Paman Gembul punya pompa! “Wah, aku sih punyanya pompa balon, Bo!” Kata paman Gembul. Ah, tapi, Paman Gembul yang cerdik berhasil mengotak-atik pompa balonnya menjadi pompa bola.
“Terima kasih, Paman!” Seru Bobo. Bobo pun asyik memainkan bola basketnya bersama Coreng dan Upik. Tapi, bola harus dimasukkan kemana ya? Bobo tidak punya ring basket.
“Bo, itu ada ember, siapa tahu bisa jadi ring basket!” Seru Coreng. “Wah, ide bagus!” Bobo dan kedua adiknya melubangi ember menjadi ring basket. “Simsalabim, Abrakadabra, dari Jawa Aan Ajin-ajin, Awak-awak, Awak-awak, Ee, Oo, Aa, ahaaaaa, sudah jadi!” seru Bobo.
“Cihuy, kita punya ring basket baru!” Seru Upik. Mereka memasangnya di pohon rambutan. Tiba-tiba, Coreng melihat Emak kebingungan. “Cari apa, Mak!” Emak memandang anak-anak. “Ember yang tadi Emak pakai untuk menyiram bunga ke mana, ya?” Ups, ternyata embernya masih dipakai Emak. Upik cekikikan sambil menunjuk ring basket baru di atas pohon. Ah, Emak Cuma bisa geleng-geleng kepala.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kunjungi juga akun youtube penulis.
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa....
Karena itu semua gratis...
Terima Kasih....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar