Restoran Hijau
Bobo dan saudara-saudaranya bermain di rumah pohon. "Uuuh, panas sekali di sini," keluh Upik. "Ini pasti karena global warming." komentar Coreng. "Apa ya, yang bisa kita lakukan untuk mengurangi global warming?"
"Kita bikin Restoran Hijau, yuk!" ajak Bobo. "Semua pembeli harus membawa tempat makan dan minum sendiri." Anak-anak pun membuat restoran serba hijau di halaman. Pot-pot tanaman mereka pindahkan ke sana.
Anak-anak memasak sendiri makanan yang akan mereka jual. Mereka mencari resepnya di majalah anak-anak. Ada jus buah, spaghetti, omelet, pizza mi, dan roti bakar. Dapur Emak jadi ramai.
"Selamat datang di Restoran Hijau," sambut Coreng pada pembeli pertama. Paman Gembul membalas dengan anggukan. "Aku mau spaghetti telur dan jus mangga." Paman Gembul menyodorkan kotak makan dan gelas besarnya.
Cimut menjadi pembeli kedua. "Pizza mi. Beli!" pesannya sambil menyodorkan kotak besar. "Oh, Cimut mau pizza mi?" Coreng melayani pembelinya dengan ramah dan cekatan.
Pembeli ketiga dan keempat datanb bersamaan. Oho, lagi-lagi Paman Gembul dan Cimut. "Makanan sebanyak itu masih kurang?" tanya Coreng kaget. Tetapi, dia senang karena makanannya laku.
Lalu, restoran sepi, padahal sudah sore. "Kita beli sendiri aja!" usul Bobo. Anak-anak makan, lalu memasukkan uang ke dalam kotak.
"Sekarang, kita bisa beli bibit pohon," kata Bobo. Anak-anak membeli beberapa bibit pohon. "Aku ingin memberikan dua buah bibit pohon untuk pelangganku yang setia," kata Coreng. Paman Gembul dan Cimut senang mendapatkannya. "Terima kasih, rumahku akan jadi lebih teduh!" kata Paman Gembul.
.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar